Mesin Diesel Tak Laku Di Indonesia, Kenapa?

Sustainability2015.com – Beberapa penikmat otomotif ada yang menuturkan jika mesin diesel mempunyai satu keunggulan yakni dapat menghemat pada sisi biaya operasional. Hal tersebut dibandingkan dengan mobil yang menggunakan mesin berbahan bakar bensin.

Namun jika dilihat oada kenyataannya, mobil berbahan bakar diesel justru harganya lebih mahal dibandung yang berbahan bakar mesin bensin. Hal ini yang menunjang para produsen untuk tidak memnawarkan mobil berbahan diesel di Indonesia menjadi semakin banyak.

Seperti misalnya MPV buatan Korea Selatan Kia Grand Sedona saat ini masih mengusung mesin berbahan bakar bensin 3.3 L V6 MPI Quad CVVT. Padahal di negara asalnya terdapat versi dieselnya.

“Di Korea sudah ada, tapi dalam memasarkan produk kita mesti lihat secara psikologi brand Kia itu bia diterima sampai harga berapa. Sebenarnya dengan Sedona mesin bensin seharga Rp 550 juta saja bagi kita ada sedikit tanda tanya orang masih bisa terima nggak sih brand Korea dengan harga segitu, berbeda dengan brand Jepang,” tutur Brand Development General Manager Kia Mobil Indonesia, Harry Yanto.

“Nah hubunganya dengan mesin diesel, secara teknologi dan kualitas dan cost lebih mahal dari pada mesin bensin,” jelas Harry lagi.

Tidak hanya itu saja, pada pasaran yang ada di Indonesia dinilai lebih cocok dengan menggunakan mesin yang berbahan bakar bensin ketimbang dengan mesin diesel.

“Orang Indonesia masih berpikir konvensional, presentasenya saja jauh beda antara bensin dan diesel itu 1:5 kuota penjualnnya. Karena orang Indonesia itu masih terdukasi bahwa diesel itu perawatannya sulit, mogok juga susah, berisik dan getaran kencang,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *