NMI Siap Masuki Pasaran Mobil Listrik Di Indonesia

Sustainability2015.com – Saat ini sedang marak-maraknya perbincangan terkait dengan pengembangan mobil listrik yang tengah dilakukan oleh para produsen mobil. Nah salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh para pridusen yakni dengan terbatasnya Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang sangat berperan penting sebagai komponen mobil listrik itu sendiri.

Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) memiliki fungsi yang begitu penting untuk mengisi baterai mobil listrik. Namun, di Indonesia tempat Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) jumlahnya belum sebanyak SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum).

Pengakuan yang ditutrkn secara langsung oleh pihak Nissan Motor Indonesia (NMI) bahwa siap untuk membawa mobil listrik masuk di pasaran Indonesia. Hal tersebut telah dipikirkan secara matang oleh pihak NMI meskipun jumlah SPLU tidak banyak. Agen pemegang merek mobil asal Jepang itu siap membawa teknologi e-Power.

Teknologi e-Power sebenarnya adalah ‘mobil listrik’ yang menjembatani antara mobil bensin dan mobil listrik sepenuhnya. Teknologi itu masih menggunakan mesin bakar, tapi mesin bakar itu tidak memberikan tenaga langsung ke roda. Mesin bakar itu memberikan tenaga untuk baterai, seperti genset.

“Problem utama mobil listrik adalah infrastruktur. Kendala utamanya adalah charging. Misalnya lebaran pulang kampung, dari Jakarta mau ke Yogya naik mobil listrik, sampai Cirebon baterai bisa habis. Kalau baterai habis kan nggak mungkin ngetok rumah orang untuk numpang ngecas,” General Manager Marketing Strategy Nissan Motor Indonesia (NMI), Budi Nur Mukmin, di Ubud, Bali, Selasa (21/11/2017).

“Yang dibutuhkan mobil listrik adalah charging station, tapi biaya pembangunan (charging station) mahal, populasi mobil listrik sendiri kecil. Artinya charging staion menjadi kendala utama. e-Power sendiri adalah teknologi yang membuat mobil listrik tidak perlu dicas, karena menggunakan bensin yang dipakai untuk memutar mesin yang dikonversi menjadi tenaga baterai. Baterainya itu menggerakkan roda. Ini adalah jawaban Nissan terhadap problem negara-negara seperti Indonesia yang punya kesulitan terhadap charging station,” kata Budi.

Untuk itu, Nissan menyatakan siap membawa teknologi e-Power ke Indonesia. Karena teknologi itu tidak memerlukan SPLU.

“Nissan siap karena mobil ini tidak perlu charging station, cuma sekarang aturan mobil listrik belum ada,” kata Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *