Ini Alasan Kenapa Datsun GO CVT Tidak Masuk LCGC

Sustainability2015.com – General Manager R&D NMI, Masayuki Ohsugi menjelaskan jika komponen transmisi CVT (Continously Variable Transmission) pada Datsun GO bukanlah rakitan dalam negeri.

Untuk komponen ini Nissan Motor Indonesia (NMI) lebih memilih mendatangkannya dari Thailand. Hal ini juga dilakukan supaya tidak menambah investasi untuk merakit lokal.

“Kami sudah melokalisasi mesinnya, tetapi perakitan CVT sedikit berbeda dari mesin. Jadi itulah mengapa kami tidak melokalisasi unit CVT di pabrik Purwakarta,” tutur Ohsugi, di Jakarta.

Diketahui jika pada GO varian CVT varian mesin 1.2L berbeda dengan versi manual. Perbedaan tersebut tentu pada transmisi dan juga terletak pada seting perangkat lunak. Mesin 1.2L GO CVT bertenaga 78 PS sedangkan GO manual 68 PS, sementara torsi keduanya sama 104 Nm.

“Kami sudah melakukan banyak investasi pada mesin, machining, di Purwakarta. Jadi kami sudah banyak investasi untuk varian manual. Pada kasus CVT, bukan cuma transmisinya yang berbeda tetapi juga mesinnya, antara manual dan CVT. Beberapa komponen kami impor dari luar Indonesia, ada yang dari Thailand dan jepang,” lanjut Ohsugi.

Lebih lanjut, Ohsugi mengatakan jika Datsun GO CVT tidak ada didalam kelas Low Cost Green Car (LCGC). Pasalnya, komponen CVT bukan buatan lokan melainkan impor. Itulah sebabnya GO CVT bukan produk LCGC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *